Belum Beruntung Di French Open 2020, Ini Tanggapan Novak Djokovic

Berita Tenis DuniaNovak Djokovic masuk final French Open musim ini menantang Rafael Nadal dengan kantongi segudang pengalaman serta performa bagus.

Petenis rangking 1 dunia sudah menaklukkan Nadal sekitar 29 kali dari 55 tatap muka mereka sebelumnya. Tapi walau dengan semua keberhasilan menantang bintang tenis Spanyol serta mencatat 37-1 di musim ini, dia bukan tandingan bintang tenis Spanyol di Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros.

Nadal Tampil Sempurna di 2 set Pertama

“Dia fantastis. Dia memainkan permainan yang prima, terutama di 2 set pertama. Di set ke-3 saya sanggup bangun. Saya mendapati irama permainan, lalu ada banyak game ketat. Saya memperoleh kesempatan, tapi tidak memakainya secara baik. Lalu dia memenangi laga. Dia petenis yang jauh lebih bagus di atas lapangan serta tentunya pantas untuk menang,”aku Djokovic.

Walau kalah cukup mutlak di final French Open musim 2020 serta melepaskan kesempatan menjadi petenis putra pertama di Open Era yang memenangi tiap Grand Slam lebih satu kali, petenis berkebangsaan Serbia mengutarakan perasaan bangga atas hal yang sudah dia raih serta mengatakan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang dapat membuat terus bersaing dalam peluang yang monumental.

“Saya berupaya untuk memperingatkan diri saya sendiri betapa saya demikian dikaruniai kesempatan untuk ada di status ini, khususnya di beberapa momen penting, kompetisi besar semacam ini, saat sejarah terbentuk,” lanjut Djokovic.

“Saya berupaya untuk merefleksi saat-saat awal karir saya, saat saya masih tumbuh, bagaimana saya tumbuh.”

“Saya berasa benar-benar terberkati serta mengucapkan syukur dapat mempunyai kehidupan yang saya punya sekarang ini, tiada diragukan. Saya dengan cara stabil mengulang hal tersebut ke diri saya sendiri, bahwa tidak ada 1 juga yang sia-sia. Saya tetap berlatih serta terus nikmati olahraga ini.”

Kekalahan Dari Nadal Jadi Motivasi Djokovic

Petenis rangking 1 dunia mengetahui jika kekalahan pahit itu menjadi motivasi untuk keberhasilan di waktu kedepan. Akhir kali dia kalah dari Nadal di final French Open ialah di musim 2014.

“Pasti, kekalahan semacam itu tidak betul-betul dapat diterima, tapi dari kekalahan terpahit, anda dapat memperoleh pelajaran terbaik sebagai seorang petenis, dan sebagai individu. Saya berupaya untuk menjaga sudut pandang semacam itu,” papar Djokovic.

Sesudah Grand Slam di Roland Garros ditunda agendanya jadi akhir September karena wabah COVID-19, Nadal mengaku jika dia akan hadapi situasi yang sangat susah yang pernah dia hadapi di Roland Garros dengan cuaca yang makin dingin serta lebih menyenangi saat bermain sesuai agenda umumnya. Tapi dia menyesuaikan secara cepat serta memenangi French Open tiada kehilangan 1 set juga.

Lepas dari situasi yang perlu dihadapi, petenis yang sudah kantongi 17 gelar Grand Slam cuman mengatakan 1 fakta dari kekalahan di final French Open musim ini, yaitu musuh di seberang netnya.

“Saya kerepotan. Saya ditaklukkan oleh petenis yang di final kesempatan ini tampil prima, khususnya di 2 set pertama. Itu yang berlangsung. Saya tidak cari fakta lain untuk kekalahan ini. Dia tampil lebih bagus,” ujar Djokovic.