Daya Juang Yang Besar Thiem Diwarisi Dari Ibunya

Tenis TerkiniWolfgang Thiem yakin jika anaknya, petenis rangking 3 dunia, Dominic Thiem mewariskan semangat juang dari ibunya, Karin.

Ayah Thiem Mengungkapkan Beberapa Fakta Menarik

Wolfgang Thiem

Wolfgang memikir jika juara US Open musim 2020 jika Gunter Bresnik – bekas pelatih petenis rangking 3 dunia – patut memperoleh pujian sesudah sukses membuat style permainan putranya.

Saat interviu belakangan ini dengan L’Equipe, Wolfgang menggambarkan sistem latiannya sekalian beri pujian kegigihan istrinya, atribut yang dia yakin diserap secara baik oleh putranya.

“Saya metodis dan ketat supaya capai sasaran si petenis,”saya Wolfgang.

“Istri saya bersaing di tingkat nasional. Dia pejuang sejati. Dia tak pernah berserah. Dia tembakkan bolanya dan berlarian ke tiap pelosok. Sesaat tingkat saya sejumlah besar dari kekuatan tehnis saya. Dominic tentunya memperoleh semangat juang dari ibunya.”

Jalinan keluarga petenis berkebangsaan Austria sekarang ini kemungkinan tidak demikian baik dengan Bresnik, tapi hal itu tidak hentikan Wolfgang untuk beri pujian peranan bekas pelatih itu untuk perkembangan putranya.

“Secara tehnik, dia (Bresnik) adalah pelatih terhebat,” saya Wolfgang.

“Dia memberikan Dominic seluruh pukulannya dan style permainan agresif. Dia mempunyai misi dan bertahan dengan hal tersebut. Tiap hari saya ada di atas lapangan dengan mereka dan itu pengalaman yang mengagumkan. Secara retrospektif, saya berpikir saya akan lakukan hal sama kembali.”

Kabarnya, Wolfgang yakin jika petenis yang memenangi gelar Grand Slam pertama kali dalam profesinya di US Open musim 2020 dapat capai tingkat yang bahkan juga semakin tinggi bila bekas juara menggantikan peranan pelatih dari Bresnik sepanjang musim-musim awalnya putranya beraksi di dunia tenis.

“Tapi kemungkinan semakin lebih baik, untuk mengubahnya (pelatih) dengan lebih awal, saat Dominic berumur 20 tahun dengan memberikannya pelatih yang awalnya adalah petenis yang betul-betul andal, seperti Denis Shapovalov dengan Mikhail Youzhny,” papar Wolfgang.

“Seorang pelatih tehnis dan pelatih yang pernah beraksi di dunia tenis bekerja dengan benar-benar berlainan. Pelatih semacam itu bisa tempatkan anda di tingkat seterusnya.”

Menurut Wolfgang, penerimaan Nicolas Massu jadi kenaikan yang berarti untuk juara US Open musim 2020. Thiem senior memandang jika bekas petenis berkebangsaan Chili itu memberikan putranya wacana yang lebih berkaitan sebab mempunyai pengetahuan langsung dalam hadapi petenis hebat seperti Rafael Nadal yang menaklukkan putranya di final Grand Slam Roland Garros musim 2018 dan 2019.

“Nico pahami apa yang diperlukan petenis tingkat tinggi,” lanjut Wolfgang.

“Misalnya, Nico pernah berlaga menantang Nadal. Dia rasakan bagaimana Nadal bermain, dia rasakan bolanya, yang paling bernilai. Sesaat saya tidak mempunyai info semacam itu.”

Thiem Sudah Berlatih Olahraga Sejak Masih Muda

Disamping itu, Wolfgang mengutarakan jika saat putranya tumbuh besar, dia habiskan beberapa saat untuk bermain olahraga yang terkait dengan bola dan runner up Grand Slam di Melbourne musim 2020 mempunyai tingkat ketahanan secara fisik atau psikis semenjak umurnya masih lumayan muda.

“Sesudah 2 jam latihan, dia akan kembali lagi bermain tenis menantang dinding atau gerbang garasi kami di dalam rumah,” papar Wolfgang.

“Dia habiskan beberapa saat di atas lapangan, lalu bermain sepak bola. Dia ketarik dengan tiap olahraga yang terkait dengan bola. Bahkan juga di umur yang muda, dia mempunyai stamina mengagumkan dan kekuatan untuk selalu konsentrasi. Karena hal tersebut, saat memainkan pertandingan ketat, dia sering dapat terus menang bahkan juga sesudah kehilangan set pertama.”