Jannik Sinner Masih Belum Puas Dengan Yang Sudah Dicapai

Atlet Tenis – Sesudah lumayan lama, dunia tenis melihat petenis belia memenangi gelar kompetisi ATP saat petenis berumur 19 tahun, Jannik Sinner memenangi gelar Sofia Open.

Sinner Mendapat Banyak Sanjungan

Jannik Sinner Tenis

Hal itu membuat petenis berkebangsaan Italia terima sanjungan, baik dari petenis yang aktif atau yang sudah pensiun. Tapi dia tidak mau berasa berbesar kepala dengan sanjungan yang lumayan banyak dipasangkan ke dianya.

Dalam satu acara Italia yang bertema Che Tempo Che Fa belakangan ini, petenis berumur 19 tahun dengan rendah hati terima seluruh sanjungan, tapi dia tidak mau berpuas diri. Dia masih rendah hati dan masih pengin menunjukkan diri.

“Seluruh sanjungan ialah hal yang membahagiakan, tapi saya harus menunjukkan diri. Saya baru memenangi satu gelar kompetisi ATP selama ini. Masihlah ada jalan panjang dan usaha keras di depan saya. Tiada lockdown, mungkinkah saya akan ada di rangking 37 dunia? Kemungkinan ya, kemungkinan tidak,” papar Sinner.

Lebih jauh kembali, juara Sofia Open musim ini menerangkan hal yang dia kerjakan selama saat interval yang mengganti musim 2020 untuknya. Sesudah periode lockdown, performnya mulai menarik perhatian.

“Sepanjang lockdown, saya lakukan banyak latihan atletik, lalu banyak latihan tenis, hingga saya dapat tingkatkan kekuatan saya. Sekarang, saya tengah menyiapkan diri untuk musim seterusnya. Saya latihan untuk Australian Open, tapi tanggal Grand Slam itu belum tahu dengan tentu,” lebih Sinner.

Sesudah tampil di perempat-final Grand Slam di Paris, French Open, petenis muda Italia menunggu perform lebih memberikan keyakinan di Australian Open musim 2021.

Di Sofia Open, petenis berumur 19 tahun adalah petenis non favorit dan harus lewat perjalanan berkelok untuk memenangi titelnya, terhitung menaklukkan Alex De Minaur di perempat-final.

Fans Ingin Sinner Tunjukkan Performa Yang Baik

Dia akan mencapai umur 20 tahun dalam sembilan bulan di depan dan telah lumayan lama semenjak petenis belia memenangi Grand Slam. Rafael Nadal adalah petenis belia paling akhir yang memenangi Grand Slam saat dia memenangi French Open musim 2005.

Beberapa fans tenis harus menanti apa Sinner dapat menunjukkan perform memikat untuk raih perolehan yang mengagumkan.

Nadal Adalah Petenis Super Hebat Menurut Jannik Sinner Nadal Berikan Pesan Menyentuh Setelah Akhir Musim 2020
Comments are closed.