Juarai US Open 2020, Naomi Osaka Lakukan Tribut Untuk Kobe Bryant

Berita Petenis – Sesudah mengusung gelar US Open kedua dalam karirnya di umur masih beranjak 22 tahun, foto pertama Naomi Osaka tidak cuma mengenai dianya, tapi tentang ikon NBA yang menginspirasinya.

Sambil menggenggam piala US Open musim 2020, bintang tenis Jepang mengenakan jersey LA Lakers bernomor delapan sebagai tribut dirinya buat Kobe Bryant, mantan pebasket yang dengan cara ironis kehilangan nyawanya karena kecelakaan helikopter pada awal tahun ini bersama anak perempuannya yang masih berumur 13 tahun.

Kobe Bryant Menginspirasi Naomi

Caption dari foto yang Osaka upload di Twitter berisi, “Saya kenakan jersey ini tiap hari setelah laga saya. Saya betul-betul berpikir jika itu memberikan saya kemampuan. Selalu.”

Sesudah kematian Bryant, dia menggambarkannya sebagai mentor serta kakak lelakinya. Kedua olahragawan itu kenal satu sama lain dengan cukup dekat serta bertemu dalam beberapa kesempatan.

Pada Agustus 2019, Bryant memberi pujian juara Grand Slam di Melbourne musim 2019 itu dengan mengatakan, “Benar-benar jarang mendapatkan olahragawan di umur seperti itu yang begitu meyakini kekuatannya.”

“Saya berasa di titik ini, ada beberapa hal spesifik yang saya kerjakan serta saya harap dapat membuat (Bryant) bangga,” papar Osaka dalam pertemuan persnya.

“Ini ibarat menghidupkan warisannya buat saya. Saya pikir sungguh mempesona bagaimana seseorang dapat memberikan inspirasi demikian banyak orang. Semua orang mempunyai cerita yang betul-betul mengagumkan mengenainya, cukup dengan jadi pribadi yang baik, penuh kehangatan.”

Naomi Vokal Mendukung Aksi Keadilan Sosial

Bintang tenis Jepang itu sudah memberikan inspirasi banyak pihak di selama US Open musim ini, terutamanya, saat dia cukup vokal untuk memberikan dukungan keadilan sosial. Di awal tiap laga, dia masuk lapangan dengan memakai masker bertuliskan beberapa nama berbeda yang sudah jadi korban rasisme.

Di final, dia kenakan masker dengan nama Tamir Rice, anak berkulit hitam yang masih tetap berumur 12 tahun dan terbunuh oleh pihak kepolisian di tahun 2014. Dia mengatakan jika arah pengenaan masker itu ialah memberikan inspirasi orang lain untuk cari nama-nama korban itu dan belajar mengenai mereka.

Naomi Osaka

Keberanian juara US Open musim 2018 untuk bicara mengenai keadilan sosial dengan cara terbuka jadi hal yang dekat dengan orang-orang yang ada di sekitar Osaka yang ibunya datang dari Jepang serta ayahnya datang dari Haiti, tapi tumbuh besar di AS.

“Saya banyak membaca mengenai riwayat Haiti. Ayah saya selalu mengulasnya,” ujar Osaka.

“Buat saya, kekasih saya benar-benar tenggelam dengan membaca beberapa hal, jadi, dia sudah menyodorkan banyak buku. Saya berusaha untuk tidak memperoleh info dari berita. Saya berusaha untuk membuat pendapat saya sendiri.”

Disamping itu, dengan kemenangan di Grand Slam yang diadakan di Flushing Meadows, New York, Osaka jadi petenis Asia pertama dalam sejarah yang sudah memenangi tiga gelar Grand Slam nomor tunggal.