Nadal Adalah Petenis Super Hebat Menurut Jannik Sinner

Pemain Tenis Dunia Jannik Sinner lakukan dobrakan besar pada musim 2020 saat memenangi gelar kompetisi ATP pertama kali dalam profesinya di Sofia Open.

Sinner Ingin Ikuti Banyak Pertandingan Di Musim Ini

Sinner Dan Nadal Front

Petenis muda Italia meluncur ke perempat-final Grand Slam pertama kali dalam profesinya pada kiprahnya di French Open dalam umur mencapai 19 tahun.

“Sesudah final di Sofia, saya berasa emosional. Saya manusia, tapi saya rasakan emosi pada diri saya. Saya benar-benar suka, tapi saya ketahui saya harus bekerja benar-benar keras. Saat sebelum upacara penyerahan piala, saya berasa sedikit geram dan saya masih usaha pahami mengapa saya kehilangan set ke-2 ,” terang Sinner.

“Musim ini musim yang aneh. Saya pengin memainkan semakin banyak laga dan banyak belajar mengenai kehidupan di kompetisi dan bagaimana latihan dengan petenis terhebat di kompetisi. Saya sekarang ini berasa semakin nyaman dibanding musim kemarin.”

Petenis rangking 37 dunia jadi kiprahan pertama yang meluncur ke perempat-final French Open semenjak Rafael Nadal melakukan pada musim 2005 diperjalanan memenangi gelar Grand Slam di Paris pertama kali dalam profesinya.

Dia kalah atas Nadal di perempat-final sesudah bermain dengan tingkat mengagumkan di dua set pertama. Diperjalanan ke arah perempat-final, dia tundukkan David Goffin, Benjamin Bonzi, Federico Coria, dan Alexander Zverev.

“Nadal demikian perkasa dalam kepalanya. Dia memaksakan dianya demikian kuat, tapi di atas itu seluruh, dia pahami beberapa momen pemasti. Dia pahami benar apa yang perlu dia kerjakan dan kapan melakukan,” papar petenis rangking 37 dunia ke media massa Italia, Corriere della Sera.

“Apa yang raib supaya saya sampai di tingkat itu? Kita sebut saja sedikit dari segala hal. Dokter mengatakan saya harus mengakhiri perkembangan dan perubahan saya. Faktanya ialah saya harus tingkatkan diri saya dalam tiap faktor, baik secara fisik atau psikis. Perlu waktu untuk saya untuk sampai ke tingkat itu.”

Sinner Petenis Paling Muda Yang Berbakat

Petenis berkebangsaan Italia jadi petenis paling muda yang meluncur ke perempat-final Grand Slam semenjak Bernard Tomic di Wimbledon musim 2011 dan di French Open semenjak Novak Djokovic pada musim 2006.

Sinner memperoleh kemenangan paling besar dalam profesinya hingga saat ini saat dia menggulingkan petenis rangking 6 dunia, Stefanos Tsitsipas diperjalanan ke arah set ke-3 kompetisi Masters 1000 untuk pertama kali di Roma musim ini.