Persaingan Sofia Kenin dan Iga Swiatek di French Open 2020

Berita Tenis Terbaru – Sesudah bertambah dari 4 musim semenjak mereka berjumpa di set ke-3 Roland Garros musim 2016 antara Sofia Kenin dan Iga Swiatek yang dimenangi Swiatek dengan 2 set langsung, ke-2 petenis kembali lagi berjumpa serta kesempatan ini juga mereka akan bersaing di kompetisi yang serupa.

“Saya tidak lupa dengan hal yang saya terlewat, tapi saya tidak betul-betul ingat bagaimana saya tampil,” saya Kenin saat diberi pertanyaan tentang tatap muka mereka awalnya.

“Tapi yang tentu, hal yang dapat saya sebutkan ialah saya tidak bermain sebagus seperti sekarang ini, sama seperti yang saya alami dalam 12 bulan paling akhir. Tentunya sekarang ini kami berdua petenis yang lain.”

Pertemuan Kembali Sejak Tahun 2016

Iga Swatiek 2

Hal itu ialah bukti yang tidak terpungkiri. Hal yang mereka perebutkan kesempatan ini benar-benar tidak sama dengan tatap muka mereka pada musim 2016. Kesempatan ini, petenis berumur 21 tahun asal Florida serta petenis berumur 19 tahun asal Polandia akan bertemu keduanya untuk gelar French Open nomor tunggal putri.

Petenis favorit ke-4 asal AS membidik gelar Grand Slam ke-2 dalam profesinya sesudah naik tribune di Melbourne awal musim ini serta mencatat 16-2 di Grand Slam musim ini. Tapi jalan ke arah final tidak semulus yang dia kehendaki sesudah dia harus lewat 4 pertandingan 3 set dari 6 laga yang dijalaninya sebelumnya tembus final di Roland Garros musim ini.

Hal itu kemungkinan jadi sinyal kemerosotan untuknya, tapi hal itu menunjukkan kegigihannya.

Kebalikannya dengan petenis berkebangsaan Polandia yang mencatat hasil mengagumkan dalam 2 minggu paling akhir.

Perjalanan Menuju Final French Open

Bukan hanya dia belum kehilangan 1 set juga diperjalanan ke arah final French Open musim ini, dia cuman kehilangan 23 game dari 12 set yang sudah dia mainkan. Serta petenis favorit pertama sekalian juara French Open musim 2018, Simona Halep jadi salah satunya korban keganasan petenis berkebangsaan Polandia yang perlu menerima kekalahan pahit 6-1, 6-2.

“Ada keterangan mengapa saya mengakui kemenangan dengan hasil semacam itu. Fokus saya tinggi sekali,” saya Swiatek yang lakukan perjalanan dengan psikolog untuk olahragawan.

“Saya seperti tidak biarkan lawan-lawan saya untuk bermain permainan paling baik mereka. Jadi, saya berharap saya dapat terus melakukan di hari Sabtu (10/10).”