Tsitsipas Catat Sejarah Singkirkan Juara Bertahan ATP Finals

Tenis Lapangan – Tidak ada juara bertahan yang kalah di dua laga pertama ATP Finals semenjak musim 2006 dan Stefanos Tsitsipas berhasil perpanjang catatan itu.

Dominic Thiem Kantongi Tiket Semi Final Berkat Tsitsipas

Dominic Thiem

Petenis berkebangsaan Yunani amankan satu kesempatan match poin untuk menggulingkan kiprahan di ATP Finals, Andrey Rublev dengan 6-1, 4-6, 7-6. Hasil itu pastikan Dominic Thiem yang ada satu group sama mereka sukses mencatatkan satu tempat di semi-final.

Thiem sekarang ini mencatat 2-0 di Group London 2020 dan ditegaskan jadi juara dari group itu. Laga petenis berkebangsaan Yunani menantang Rafael Nadal di pertandingan paling akhir babak group ATP Finals akan tentukan siapa antara ke-2 nya yang akan ada di urutan ke-2 Group London 2020.

“Itu laga yang mengagumkan dari ke-2 segi. Kami hasilkan permainan yang mengagumkan,” ucap Tsitsipas.

“Saya lega sebab seluruh usaha dan perjuangan di atas lapangan terbayarkan secara baik. Saya benar-benar suka jika saya menunjukkan ketekadan dan kemauan tidak untuk berserah saat dia memperoleh kesempatan match poin. Saat dia unggul 6/5, saya hasilkan beberapa permainan yang betul-betul bagus dan hal tersebut yang menolong saya mengakui kemenangan.”

Pada pertandingan pertama babak group, petenis rangking 6 dunia kalah pada pertandingan tiga set seru menantang Thiem dengan cuman beberapa point yang membuat ketidaksamaan. Hal sama berlangsung saat menantang Rublev. Tapi kesempatan ini, dewi fortuna lebih memihak ke petenis berkebangsaan Yunani.

Rublev memenangi empat point secara berturut-turut dari posisi 2/5 dan memperoleh kesempatan match poin, tapi dia malahan lakukan pelanggaran ganda yang digunakan secara baik oleh petenis rangking 6 dunia.

“Memperoleh banyak kesempatan untuk memainkan laga semacam itu, dengan intensif tinggi, dan terus mengetes diri saya sendiri menantang petenis sehandal itu memberikan saya kesempatan untuk belajar dan berkembang,” terang Tsitsipas.

“Laga kesempatan ini juga ialah kesempatan untuk belajar. Walau saya menang, saya berasa ada banyak faktor yang perlu dinaikkan dan membuat lebih bagus.”

Rublev Berusaha Bertahan Tapi Tetap Kalah

Di bawah desakan, juara bertahan meredam rasa tegang, lakukan semakin sedikit kekeliruan di beberapa momen penting untuk menggulingkan Rublev dalam kurun waktu 1 jam 55 menit. Dia tembakkan forehand yang penting pada posisi 6/6 untuk memperoleh mini break pemasti, saat sebelum mengakui 1-1 di Group London 2020.

“Pada posisi 6/6, saya mengeluarkan segala hal. Saya kembalikan secara baik hingga saya dapat mengubah kondisi dan tembakkan forehand yang membuat ada di bawah desakan,” ujar Tsitsipas.

Ke-2 petenis muda masuk O2 Ajang, London dengan head to head 2-2 dan Rublev memenangi tatap muka paling akhir mereka di final German Open, Hamburg pada September lalu, tapi kesempatan ini petenis berkebangsaan Yunani tampil lebih bagus.